Situbondo – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenalkan dan menanamkan sifat-sifat mulia Rasulullah kepada anak asuh. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga belajar menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Pengasuh mengajak anak asuh mengenal sosok Nabi Muhammad SAW melalui kisah kehidupan dan keteladanan beliau. Anak-anak mendapatkan pemahaman tentang bagaimana Rasulullah selalu berkata jujur, menjaga kepercayaan, menyampaikan kebenaran, serta memiliki kecerdasan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Dalam kegiatan tersebut, pengasuh mengenalkan empat sifat utama Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Sifat siddiq mengajarkan anak untuk selalu berkata jujur. Sifat amanah mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab dan menjaga kepercayaan. Sementara itu, sifat tabligh mengajarkan anak untuk menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Adapun sifat fathanah mendorong anak untuk terus belajar dan menggunakan kecerdasannya untuk hal-hal yang bermanfaat.
Pengasuh juga mengajak anak asuh menerapkan sifat-sifat tersebut melalui kebiasaan sederhana. Anak-anak dapat belajar berkata jujur kepada pengasuh, bertanggung jawab terhadap tugas, menghormati teman, membantu orang lain, dan bersungguh-sungguh dalam belajar.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan bagi anak asuh untuk memahami bahwa meneladani Rasulullah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan. Mereka dapat menunjukkan keteladanan tersebut melalui sikap sehari-hari, baik di lingkungan yayasan, sekolah, maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pengasuh berharap anak asuh dapat mengenal Rasulullah SAW lebih dekat sekaligus menjadikan akhlak beliau sebagai contoh dalam kehidupan. Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini, nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kebaikan, dan semangat belajar diharapkan dapat tumbuh dalam diri setiap anak.



